Lesson in rent payment
A businessman met a beautiful girl and agreed to spend the afternoon
with her for $500.
They did their thing, and before he left, he told her that he did not
have any cash with him, but he would have his secretary write a check and mail it to her, calling the payment "RENT FOR APARTMENT."
On the way to the office he regretted what he had done, realizing that
the whole event had not been worth the price So he had his secretary send a
check for $250 and enclose the following typed note:
Dear Madam:
Enclosed find check in the amount of $250 for rent of your apartment.
I am not sending the amount agreed upon, because when I rented the
place,
I was under the impression that:
#1 - it had never been occupied;
#2 - there was plenty of heat; and
#3 - it was small enough to make me feel cozy and at home.
However, I found out that it had been previously occupied, that there
wasn't any heat, and that it was entirely too large."
Upon receipt of the note, the girl immediately returned the check for
$250 with the following note
"Dear Sir:
First of all, I cannot understand how you could expect a beautiful
apartment to remain unoccupied indefinitely. As for the heat, there is plenty of it, if you know how to turn it on.
Regarding the space, the apartment is indeed of regular size, but if you
don't have enough furniture to fill it, please do not blame the management. Please send the rent in full or we will be forced to contact your present landlady."
" Sesuatu Tidak Selalu Keliatan Sebagaimana Adanya "
Dua orang malaikat berkunjung ke rumah sebuah keluarga kaya.
Keluarga itu sangat kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat itu bermalam di ruang tamu yang ada di rumahnya. Malaikat tersebut ditempatkan pada sebuah kamar berukuran kecil yang ada di basement.
Ketika malaikat itu hendak tidur, malaikat yang lebih tua melihat bahwa dinding basement itu retak. Kemudian malaikat itu memperbaikinya sehingga retak pada dinding basement itu lenyap.
Ketika malaikat yang lebih muda bertanya mengapa ia melakukan hal itu , malaikat yang lebih tua menjawab : "Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya".
Malam berikutnya , kedua malaikat itu beristirahat di rumah seorang petani dan istrinya yang miskin tetapi sangat ramah. Setelah membagi sedikit makanan yang ia punyai , petani itu mempersilahkan kedua malaikat untuk tidur di atas tempat tidurnya.
Ketika matahari terbit keesokan harinya , malaikat menemukan bahwa petani itu dan istrinya sedang menangis sedih karena sapi mereka yang merupakan sumber pendapatan satu-satunya bagi mereka terbaring mati.
Malaikat yang lebih muda merasa geram. Ia bertanya kepada malaikat yang lebih tua. "Mengapa kau membiarkan hal ini terjadi ?
Keluarga yang pertama memiliki segalanya , tapi engkau menolong menambalkan dindingnya yang retak.
Keluarga ini hanya memiliki sedikit tetapi walaupun demikian mereka bersedia membaginya dengan kita.
Mengapa engkau membiarkan sapinya mati ?"
Malaikat yang lebih tua menjawab : "Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya".
"Ketika kita bermalam di basement , aku melihat ada emas tersimpan di lubang dalam dinding itu. Karena pemilik rumah sangat tamak dan tidak bersedia membagi hartanya ,aku menutup dinding itu agar ia tidak menemukan emas itu."
"Tadi malam ketika kita tidur di ranjang petani ini , malaikat maut datang untuk mengambil nyawa istrinya. Aku memberikan sapinya agar malaikat maut tidak jadi mengambil istrinya. Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya"
Kadang , itulah yang kita rasakan ketika kita berpikir bahwa sesuatu tidak seharusnya terjadi. Jika kita punya iman , kita hanya perlu percaya sepenuhnya bahwa semua hal yang terjadi adalah demi kebaikan kita. Kita mungkin tidak menyadari hal itu sampai saatnya tiba ..........
PERTAPA DAN PETANI
Seorang pertapa saleh tinggal di dalam gua, di belahan hutan yang paling dalam di sebuah gunung tinggi. Begitu suci hidupnya hingga ia beranggapan bahwa dialah manusia yang paling saleh dan yang paling mencintai Tuhannya.
Tuhan membaca semua pikirannya. Datanglah ia dalam angin badai, menjumpai pertapa ini.
Berkatalah Ia: "Hai pertapa, pergilah kau ke sebuah sungai yang mengalir di tepi sebuah desa di kaki gunung ini. Temuilah seorang petani yang sedang membajak sawahnya. Ia adalah orang yang berbakti kepada-Ku, belajarlah dari dia."
Lalu pergilah ia ke tempat yang dimaksud Tuhannya dan bertemu dengan petani yang dimaksud.
Ia perhatikan, sebelum membajak ia menundukkan kepala. Saat makan siang tiba, petani ini menundukkan kepala lagi.
Diamatinya terus, pada malam hari ia menundukkan kepala lagi.
Pertapa ini berpikir: "Sehari hanya 3 kali berdoa singkat, bagaimana ia disebut berbakti kepada Tuhan?"
Lalu Tuhan berkata kepada pertapa ini: "Pergilah mengelilingi desa itu dengan membawa gelas berisi air penuh. Jangan menumpahkan setetespun!"
Pertapa ini melakukannya.
Bertanyalah Tuhan: "Berapa kali kamu ingat Aku sepanjang perjalanan?"
"Tidak sekalipun ya Tuhan. Bagaimana aku ingat Engkau kalau Engkau menyuruhku memperhatikan air dalam gelas ini supaya tidak tumpah?"
Kata Tuhan: "Gelas ini menguasai pikiranmu, sehingga tak sekalipun engkau berpikir tentang Aku. Tapi lihatlah petani ini. Di saat-saat sibuk, membajak sawahnya, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, ia masih ingat kepada-Ku."
Apakah saudara seperti pertapa ini dimana saudara berkonsentrasi hanya pada kegiatan dan pekerjaan saudara, tidakkah anda mengingat beberapa detik saja untuk bersyukur atas penghidupan saudara?
Perpuluhan
Pada hari ulang tahunnya yang kesepuluh, seorang anak laki-laki yang begitu
perasa menerima sepuluh dolar perak yang berkilauan dari pamannya yang bijaksana. Anak itu sangat menghargainya. Dia segera duduk di lantai dan meletakkan uang logam tersebut di hadapannya.
Orangtuanya bersama pamannya itu menonton dia. Kemudian dia mulai merencana kan bagaimana menggunakan uang tersebut. Dia memisahkan dolar pertama sambil berkata, "Yang satu ini buat Tuhan Yesus." Dia lalu melanjutkan hitungannya untuk memutuskan apa yang akan dilakukannya dengan dolar yang kedua dan selanjutnya sampai pada dolar terakhir.
"Yang ini buat Tuhan Yesus." katanya sambil memisahkan dolar keduanya.
Melihat yang dilakukan anak kecil itu, ibunya menyela, "Ibu pikir kamu telah memberikan dolar yang pertama untuk Tuhan Yesus, terus kenapa kamu memberikan lagi dolarmu yang kedua untuk Tuhan Yesus juga?"
"Ya," dia menyahut, "dolar yang pertama memang milikNya, tetapi yang kedua
ini adalah hadiah bagi-Nya dari saya."
Kenapa Cewe Bisa Ngomong "Nyerocos" terus ?
Dalam struktur otak Cewe, kemampuan untuk berbicara terutama ada di bagian depan otak kiri dan sebagian kecil di otak sebelah kanan.
Sementara buat Cowo, kemampuan berbicara dan bahasa itu bukan kemampuan otak yang kritis. Adanya pun cuma di otak kiri dan tidak ada area yang spesifik.
Jadi jangan heran kalau Cewe seneng ngomong dan banyak pula yang diomongin, karena kedua belah otaknya mampu bekerja sekaligus.
Otak Cowo itu terkotak-kotak dan mampu memilah-milah informasi yang masuk. Di malam hari, setelah seharian penuh aktivitas, Cowo bisa menyimpan semuanya di otaknya.
Sementara otak Cewe tidak bekerja seperti itu - informasi atau masalah yang diterimanya akan terus berputar-putar dalam otaknya. Dan ini nggak akan berhenti sampe dia bisa mencurahkan isi otaknya alias curhat.
Oleh sebab itu, kalo Cewe bicara, tujuannya adalah untuk mengeluarkan uneg-unegnya, bukan untuk mencari kesimpulan atau solusi.
Cewe juga berusaha membangun hubungan lewat pembicaraan. Rata-rata Cewe bisa bicara 20 ribu kata dalam sehari.
Sementara Cowo hanya sekitar 7 ribu kata sehari. Perbedaan ini kelihatan jelas ketika jam makan malam tiba.
Cowo sudah menghabiskan 7 ribu katanya dan nggak mood untuk bicara lebih lanjut.
Persediaan si Cewe tergantung dari apa yang sudah ia lakukan sepanjang hari.
Kalau dia sudah banyak berbicara dengan orang lain hari itu, dia pun akan sedikit berbicara.
Kalau dia tinggal di rumah saja, mungkin ia sudah menggunakan 3 ribuan kata.
Masih ada 17 ribu lagi!Cowo cuman bisa melakukan satu hal pada suatu waktu!
Semua penelitian yang ada menemukan bahwa otak Cowo lebih terspesialiasi, terbagi-bagi.
Otak Cowo berkembang sedemikian sehingga mereka hanya dapat berkonsentrasi pada satu hal yang spesifik pada suatu saat, sehingga sering mereka bilang mereka bisa ngerjain semuanya tapi 'satu-satu donk.'
Kalo Cowo minggirin mobil untuk baca peta, biasanya dia juga akan ngecilin suara radio atau tape.
Banyak Cewe yang bingung kenapa.
Kan bisa aja baca peta sambil denger radio dan bicara. Kenapa Cowo bersikeras ngecilin suara TV kalo ada telepon?
Atau kadang Cewe suka bingung "Kalo dia lagi baca koran atau nonton TV, kok dia nggak bisa denger tadi gue bilang apa?"
Jawabannya adalah karena sedikit sekali jaringan yang menghubungkan otak kiri dan kanan Cowo, sehingga kalo Cowo yang lagi baca koran atau nonton TV di-scan otaknya, kita bakal tau bahwa dia seketika itu juga jadi tuli.
Sementara otak Cewe punya konstruksi yang memungkinkan Cewe melakukan banyak hal sekaligus.
Cewe bisa melakukan banyak hal yang sama sekali nggak berhubungan pada waktu bersamaan, dan otaknya nggak pernah putus, selalu aktif!
Cewe bisa bicara di telpon, pada saat yang sama masak di dapur dan nonton TV. Atau dia bisa nyetir, dandan, dengerin radio dan bicara lewat hands-free. Bayangin aza cewe yang lagi telp pake HP-nya terus sambil melakukan sesuatu yang laen (misalnya makan atau masak).
Kalo dia cuma bisa melakukan 1 hal pada suatu waktu, wah gawat, bisa kebakaran jenggot kali, nanti kerjanya cuma telpon terus dong, he he.
Lain halnya dengan Cowo, pernah terjadi juga kejadian begini.Si Cowo emang udah lapar banget dan dia makan dengan lahapnya di meja makan.
Nah, kebetulan di atas meja itu ada beberapa surat yang hari itu dikirim untuk setiap penghuni flat.
Sambil si Cowo makan, tangannya membuka satu amplop surat, maksudnya ingin makan sambil baca surat miliknya ... tapi apa yang terjadi, Cowo itu salah buka surat, dia buka surat orang lain, he he he, bener-bener dah terbukti kalo "Man can't do more than one task at the same time."
Tapi karena Cewe bisa pakai 2 sisi otaknya secara bersamaan, banyak Cewe yang bingung ngebedain kanan dari kiri.
Sekitar 50% Cewe nggak bisa secara langsung nunjuk mana kanan dan mana kiri kalau ditanya.
Tapi Cowo bisa secara langsung mengidentifikasi kanan dari kiri. Sebagai akibatnya, Cewe sering dimarahin Cowo karena ketika nyuruh mereka belokin mobilnya ke kanan, eh ... malah belok ke kiri. Gitu loh !
Ditarik Dari Peredaran
Beberapa minuman yang saat ini ditarik dari peredaran :- mizone
- frezz mix
- pop ice
- nihdu orange drink
- arinda
- zhuka sweat
- cafeta zone
- amico sweat
- oki jelly jelly
- jelly juice
- fruit jam
- zeger isotonik
- boy zone
- coffe cup
- jelly cool drink
- zporto
- jungle juice
- zest tea
- mogu2
Mengandung
SIKLOMAT zat yang dapat menyebabkan penyakit LUPUS ERITHEMATOSUS
suatu penyakit autoimmun ( sistem pertahanan tubuh yang merusak tubuh sendiri)
Penyakit ini belum ada obatnya sampai saat ini.
KEGUNAAN LAIN SOFT DRINK
Untuk membersihkan toilet :
Tuangkan sekaleng SOFT DRINKS ke dalam toilet.
Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih.
Asam sitric dalam Coca-Cola menghilangkan noda-noda dari keramik .
Untuk membersihkan karburator mobil :
Campur sekaleng Coca-Cola ke dalam karburator.
Panaskan mesin 15-30 menit.
Dinginkan mesin, setelah itu buang air karburator.
Anda akan melihat karat yang rontok bersama air tersebut.
Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper chrome mobil :Gosok bumper dengan gumpalan alumunium foil yang direndam dalam Coca-Cola.
Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola di atas terminal aki untuk membersihkan korosi.
Untuk melonggarkan baut yang berkarat :
Gosokkan kain yang direndam dalam Coca-Cola pada baut yang berkarat .
Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian :Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam tumpukan cucian yang bernoda lemak, tambahkan
detergent, dan putar dengan putaran normal.
Coca-cola/Pepsi akan menolong menghilangkan noda lemak Coca-Cola juga membersihkan kabut pada kaca depan mobil.
Kita minum Coca-Cola/Pepsi! Tentu saja juga untuk membersihkan sistem kita.
Lagipula kita semua membayar untuk itu.
Untuk Perhatian Kita PH rata-rata dari soft drink, a.l.Coca-Cola & Pepsi adalah 3.4.
Tingkat keasaman ini cukup kuat untuk melarutkan gigi dan tulang!
Tubuh kita berhenti menumbuhkan tulang pada usia sekitar 30th.
Setelah itu tulang akan larut setiap tahun melalui urine tergantung dari tingkat
keasaman makanan yang masuk.
Semua Calcium yang larut berkumpul di dalam arteri, urat nadi, kulit,
urat daging dan organ, yang mempengaruhi fungsi ginjal dalam membantu pembentukan batu ginjal.
Soft drinks tidak punya nilai gizi (dalam hal vitamin dan > mineral).
Mereka punya kandungan gula lebih tinggi,lebih asam, dan banyak zat aditif seperti pengawet dan pewarna.
Sementara orang suka meminum soft drink dingin setelah makan, coba tebak apa akibatnya? Akibatnya?
Tubuh kita mempunyai suhu optimum 370 supaya enzim pencernaan berfungsi.
Suhu dari soft drink dingin jauh di bawah 37, terkadang mendekati 0.
Hal ini mengurangi keefektivan dari enzim dan memberi tekanan pada sistem pencernaan kita, mencerna lebih sedikit makanan.
Bahkan makanan tersebut difermentasi.
Makanan yang difermentasi menghasilkan bau, gas, sisa busuk dan racun, yang
diserap oleh usus, di edarkan oleh darah ke seluruh tubuh.
Penyebaran racun ini mengakibatkan pembentukan macam-macam penyakit.
Ada sebuah kompetisi di Universitas Delhi.
Siapa dapat minum Coca-Cola paling banyak?
Pemenangnya meminum 8 botol dan mati seketika karena kelebihan Karbondioksida
dalam darah dan kekurangan oksigen.
Setelah itu,Rektor melarang semua soft drink di semua kantin universitas.
Seseorang menaruh gigi patah di dalam botol pepsi, dan dalam 10 hari gigi tersebut melarut! Gigi dan tulang adalah satu-satunya organ manusia tetap utuh selama tahunan setelah manusia mati. Bayangkan Apa yang minuman tersebut pasti lakukan pada usus
dan lapisan perut kita yang halus!
Beating Breast Cancer
"Why believe that giving up milk is the key to beating breast cancer?"
Extracted from: "YOUR LIFE IN YOUR HANDS", by Prof. Jane Plant, PhD, CBE.
I had no alternative but to die or to try to find a cure for myself. I am a scientist - surely there was a rational explanation for this cruel illness that affects one in 12 women in the UK!
I had suffered the loss of one breast, and undergone radiotherapy. I was now receiving painful chemotherapy, and had been seen by some of the country's most eminent specialists. But deep down, I felt certain I was facing death. I had a loving husband, a beautiful home and two young children to care for.
I desperately wanted to live. Fortunately, this desire drove me to unearth the facts, some of which were known only to a handful of scientists at the time. Anyone who has come into contact with breast cancer will know that certain risk factors - such as increasing age, early onset of womanhood, late onset of menopause and a family history of breast cancer - are completely out of our control. But there are many risk factors, which we can control easily.
These "controllable" risk factors readily translate into simple changes that we can all make in our day-to-day lives to help prevent or treat breast cancer.
My message is that even advanced breast cancer can be overcome because I have done it.
The first clue to understanding what was promoting my breast cancer came when my husband Peter, who was also a scientist, arrived back from working in China while
I was being plugged in for a chemotherapy session. He had brought with him cards and letters, as well as some amazing herbal suppositories, sent by my friends
and science colleagues in China. The suppositories were sent to me as a cure for breast cancer. Despite the awfulness of the situation, we both had a good belly laugh, and I remember saying that this was the treatment for breast cancer in China, and then it was little wonder that Chinese women avoided getting the disease.
Those words echoed in my mind. Why didn't Chinese women in China get breast cancer? I had collaborated once with Chinese colleagues on a study of links between soil chemistry and disease, and I remembered some of the statistics.
The disease was virtually non-existent throughout the whole country. Only one in 10,000 women in China will die from it, compared to that terrible figure of one in 12 in Britain and the even grimmer average of one in 10 accross most Western countries. It is not just a matter of China being a more rural contry, with less urban pollution. In highly urbanized Hong Kong, the rate rises to 34 women in every 10,000 but still puts the West to shame.
The Japanese cities of Hiroshima & Nagasaki have similar rates. And remember, both cities were attacked with nuclear weapons, so in adition to the usual pollution-related cancers, one would also expect to find some radiation-related cases, too.
The conclusion we can draw from these statistics strikes you with some force. If a western woman were to move to industrialized, irradiated Hiroshima, she would slash her risk of contracting breast cancer by half.
Obviously this is absurd. It seemed obvious to me that some lifestyle factor not related to pollution, urbanization or the environment is seriously increasing the Western woman's chance of contracting breast cancer.
I then discovered that whatever causes the huge differences in breast cancer rates between Oriental & Western countries, it isn't genetic.
Scientific research showed that when Chinese or Japanese people move to the west, within one or two generations, the rates of breast cancer approach those of their host community.
The same thing happens when Oriental people adopt a completely Western lifestyle in Hong Kong. In fact, the slang name for breast cancer in China translated as 'Rich Woman's Disease'. This is because, in China, only the better off can afford to eat what is termed "Hong Kong food".
The Chinese describe all Western food, including everything from ice cream & chocolate bars to spaghetti & feta cheese, as "Hong Kong food", because of its availability in the former British colony & its scarcity, in the past, in mainland China.
So it made perfect sense to me that whatever was causing my breast cancer & the shockingly high incidence in this country generally, it was almost certainly something to do with our better-off, middle-class, Western lifestyle.
There is an important point for men here, too. I have observed in my research that much of the data about prostate cancer leads to similar conclusions.
According to figures from the World Health Organization, the number of men contracting prostate cancer in rural China is negligible, only 0.5 men in every 100,000. In England, Scotland & Wales, however, this figure is 70 times higher. Like breast cancer, it is a middle class disease that primarily attacks the wealthier & higher socio-economic group – those that can afford to eat rich foods.
I remember saying to my husband, "Come on Peter, you have just come back from China. What is it about the Chinese way of life that is so different? Why don't
they get breast cancer?"
We decided to uitize our joint scientific data that pointed us in the general direction of fats in diets. Researchers had discovered in the 1980's that only 14% of calories in the average Chinese diet were from fat, compared to almost 36% in the West.
But the diet I had been living on for years before I contracted breast cancer was very low in fat & high in fibre. Besides, I knew as a scientist that the fat intake in adults has not been shown to increase risk for breast cancer in most investigations that have followed large groups of women for up to a dozen years.
Then one day something rather special happened. Peter & I have worked together so closely over the years that I am not sure which one of us first said: "The Chinese don't eat dairy produce!"
It is hard to explain to a non-scientist the sudden mental & emotional 'buzz' you get when you know you have had an important insight. It's as if you have had a lot of pieces of a jigsaw in your mind, & suddenly, in a few seconds, they all fall into place & the whole picture is clear.
Suddenly I recalled how many Chinese people were physically unable to tolerate milk, how the Chinese people I had worked with had always said that milk was
only for babies, & how one of my close friends, who is of Chinese origin, always politely turned down the cheese course at dinner parties.
I knew of no Chinese people who lived a traditional Chinese life who ever used cow or other dairy food to feed their babies. The tradition was to use a wet nurse but never, ever, dairy products.
Culturally, the Chinese find our Western preoccupation with milk and milk products very strange. I remember entertaining a large delegation of Chinese scientists shortly after the ending of the Cultural Revolution in the 1980s.
On advice from the Foreign Office, we had asked the caterer to provide a pudding that contained a lot of ice cream. After inquiring what the pudding consisted of, all of the Chinese, including their interpreter, politely but firmly refused to eat it, & they could not be persuaded to change their minds.
At the time we were all delighted & ate extra portions! Milk, I discovered, is one of the most common causes of food allergies. Over 70% of the world's population are unable to digest the milk sugar, lactose, which had led nutritionists to believe that this is the normal condition for adults, not some sort of deficiency. Perhaps nature is trying to tell us that we are eating the wrong food.
Before I had breast cancer for the first time, I had eaten a lot of dairy produce, such as skimmed milk, low-fat cheese & yogurt. I had used it as my main source of protein. I also ate cheap but lean minced beef, which I now realized was probably often ground-up dairy cow.
In order to cope with the chemotherapy I received for my fifth case of cancer, I had been eating organic yogurts as a way of helping my digestive tract to recover & repopulate my gut with 'good' bacteria.
Recently, I discovered that way back in 1989 yogurt had been implicated in ovarian cancer. Dr. Daniel Cramer of Harvard University studied hundreds of women with ovarian cancer, & had them record in detail what they normally ate. Wish I'd been made aware of his findings when he had first discovered them.
Following Peter's & my insight into the Chinese diet, I decided to give up not just yogurt but all dairy produce immediately. Cheese, butter, milk & yogurt &
anything else that contained dairy produce - it went down the sink or in the rubbbish.
It is surprising how many products, including commercial soaps, biscuits & cakes, contain some form of dairy produce. Even many proprietary brands of margarine marketed as soya, sunflower or olive oil spreads can contain dairy produce. I therefore became an avid reader of the small print on food labels. Up to this point, I had been steadfastly measuring the progress of my fifth cancerous lump with calipers & plotting the results. Despite all the encouraging comments & positive feedback from my doctors & nurses, my own precise observations told me the better truth.
My first chemotherapy session had produced no effect -the lump was still the same size. Then I eliminated dairy products. Within days, the lump started to shrink. About 2 weeks after my second chemotherapy session & 1 week after giving up dairy produce, the lump in my neck started to itch. Then it began to soften & to reduce in size. The line on the graph,which had shown no change, was now pointing downwards as the tumor got smaller & smaller.
And, very significantly, I noted that instead of declining exponentially (a graceful curve) as cancer is meant to do, the tumor's decrease in size was plotted on a straight line heading off the bottom of the graph, indicating a cure, not suppression (or remission) of the tumor.
One Saturday afternoon after about six weeks of excluding all dairy produce from my diet, I practiced an hour of meditation then felt for what was left of the lump. I could not find it. Yet I was very experienced at detecting cancerous lumps - I had discovered all five cancers on my own. I went downstairs & asked my husband to feel my neck. He could not find any trace of the lump either.
On the following Thursday I was due to be seen by my cancer specialist at Charing Cross Hospital in London. He examined me thoroughly, especially my neck where
the tumor had been. He was initially bemused & then delighted as he said, "I cannot find it."
None of my doctors, it appeared, had expected someone with my type & stage of cancer (which had clearly spread to the lymph system) to survive, let alone be
so hale & hearty.
My specialist was as overjoyed as I was. When I first discussed my ideas with him, he was understandably skeptical. But I understand that he now uses maps showing cancer portality in China in his lectures, & recommends a non-dairy diet to his cancer patients.
I now believe that the link between dairy produce & beast cancer is similar to the link between smoking & lung cancer. I believe that identifying the link between breast cancer & dairy produce, & then developing a diet specially targeted at maintaining the health of my breast & hormone system, cured me.
It was difficult for me, as it may be for you, to accept that a substance as 'natural' as milk might have such ominous health implications. But I am a living proof that it works &, starting from tomorrow, I shall reveal the secrets of my revolutionary action plan.
Tidak Menangis Saat Kalah
Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil
balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak
final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil
mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri,sebab memang begitulah
peraturannya.
Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk
dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah
yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu
untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu
menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya,
tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya.
Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya
sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap
anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka
kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4
"pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur
terpisah di antaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar
sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.
Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit
kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dor!!! Tanda telah dimulai. Dengan
satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil
itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat,
menjagokan mobilnya masing-masing.
"Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang
pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan...
Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap,
dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala
itu diserahkan, ketua panitia bertanya.
"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?"
Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark. Ia lalu
melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk
menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya
aku tak menangis, jika aku kalah."
Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah
gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.
Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua.
Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark,
tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin
diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia
tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.
Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi
itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari
kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita
lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita.
Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu,
menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering
kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada
di depan mata.
Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan
panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita
sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak
adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan
memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng
dan mudah menyerah.
Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah
agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu ujian tersebut.
Transgenik yang dinilai berbahaya oleh YLKI
Berikut sepuluh produk pangan hasil rekayasa genetika atau transgenik yang dinilai berbahaya oleh YLKI: 1. Tahu Pong Halus "Poo" produksi Sari Lezat
2. Tofu Jepun produksi Kong Kee Food
3. Tempe Murni Super Djimmy
4. Susu Kedelai Coklat merk Sarinah
5. Susu Kedelai Ohayo produksi Harum Sari Food
6. Susu Formula NUTRILON SOYA produksi Nutricia
7. Corn Flakes Petales De Mais produksi Contimas
8. Keripik Kentang Mister Potato produksi Pacific Food
9. Keripk Kentang Pringleys produksi P&G
10. Tepung Jagung/Maizena merk Honig
Dalam sepuluh produk tersebut terdapat racun berbahaya karena adanya penyisipan dua
gen yang membahayakan kesehatan bahkan bisa berujung pada kematian.